Cara Merawat Burung Murai Batu

Cara merawat burung murai batu sebenarnya tidaklah sulit untuk di lakukan. Akan tetapi Anda para pecinta burung mania sebelum memulai dengan perawatanya, terutama burung murai batu yang akan kita bahas di sini. Hal PENTING yang harus Anda perhatikan dalam memelihara burung murai batu adalah: Bagaimana cara memberikan pola perawatan sehari-hari dengan baik dan benar maupun tepat serta teratur.

Cukup menarik bukan untuk kita bahas ? karena jika kita hanya asal-asalan dalam merawatnya saja, maka burung yang Anda pelihara secara kualitas dan performa yang ada pada burung tersebut akan menurun pula seiring dengan bagaimana cara Anda dalam memberikan perawatan yang tepat.

Perawatan burung kicauan pada dasarnya tidaklah serumit yang Anda bayangkan dan kurang lebih hampir sama, asalkan mengetahui cara-cara dan teknik yang pada umumnya di lakukan oleh para MASTER dalam memberikan perawatan yang baik kepada burung yang ia pelihara dan pada akhirnya burung yang di pelihara pun mempunyai kualitas kicauan yang sangat bagus. Hingga akhirnya seseorang yang melihat atau mendengar kicuanya pun akan kepincut untuk memeliharanya juga.

Untuk itu, jika Anda memang seorang pemula yang mempunyai keinginan untuk memelihara burung kicauan atau yang baru saja memeliharnya pasti akan merasa kebinggungan dalam memberikan pola perawatan yang tepat untuk burung yang baru saja Anda pelihara.

Biasanya jika Anda baru membeli burung dan memeliharanya pasti akan bertanya sana-sini kepada seseorang yang memang memelihara burung juga dan biasanya juga jawabanya pun akan berbeda-beda dari jawaban yang satu dengan jawaban yang lain, hingga akirnya Anda pun akan binggung sendiri.

Maka dari itu,  ARTIKEL inilah yang tepat untuk Anda baca dan yang harus Anda ketahui para sahabat kicaumania. Tentang cara-cara dan teknik dalam memberikan perawatan burung kicauan. Tetapi Sekali lagi, kali ini yang akan saya bahas adalah mengenai burung murai batu.

cara merawat burung murai batu

 

Sebelum Anda mengetahui cara merawat burung murai batu yang akan saya jelaskan di Artikel ini, ada baiknya saya akan mengajak Anda para pecinta burung murai batu semua untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang burung murai batu yang satu ini. Langsung saja simak Berikut ini.

 

Baca dan Simak Artikel Penting dibawah ini:

 

cara merawat burung murai batu

 

Burung murai batu juga di kenal dengan sebutan kucica hutan (Copsychus malabaricus), burung ini merupakan burung pengicau yang keadaanya terancam akibat pemburuan di alam liar, karena di samping kicaunya yang khas dan unik, burung ini memiliki keindahan pada bulu serta ekornya yang terlihat gemulai. Burung murai batu tersebar di seluruh pulau Sumatra , Semenanjung Malaysia dan sebagian di pulau Jawa.

Di habitat aslinya Kucica Hutan atau sering di sebut Burung murai batu cenderung memilih hutan alam yang rapat atau hutan sekunder. Murai batu merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya. Burung ini memiliki suara kicauan yang bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas nyanyianya yang sangat indah. Oleh karena itu burung murai batu ini sangat di gemari oleh para pecinta kicaumania karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik.

 

Baca Juga Artikel Terkait Seperti Berikut:

 

Jenis-Jenis Murai Batu DI Indonesia

 

1. Murai batu Medan. Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27-30 cm.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Medan

 

2. Murai batu Aceh. Di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25-30 cm.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Aceh

 

3. Murai batu Nias. Panjang ekor 20-25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Nias

 

4. Murai batu Jambi. Hidup di bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Jambi

 

5. Murai batu Lampung. hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari murai Medan. Panjang ekor 15-20 cm.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Lampung

 

6. Murai Banjar (Borneo).  Jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai loma di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10-12 cm.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Banjar (Borneo)

 

7. Murai batu Palangka (Borneo). Panjang ekor 15-18cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Palangka (Borneo)

 

8. Murai batu Larwo (Murai Jawa). Hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauhlebih kecil dari murai Medan. Jenis ini sudah sangat langka di temukan. Panjang ekor 8-10 cm.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Larwo

 

Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari Negri tetangga yaitu: Murai Batu Malaysia. Wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30-33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai Medan.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Malaysia

 

Simak Kembali Artikel Dibawah ini:

 

Jenis Kelamin

 

Untuk perbedaan jenis kelamin pada burung murai batu JANTAN dan BEETINA memiliki perbedaan yang sangat signifikan dan perbedaan yang sangat jelas antara betina dan perjantan bisa di lihat secara fisik. Untuk jantan memiliki bentuk tubuh yang sangat besar di banding dengan betina, untuk ekor perjantan juga lebih panjang dari pada ekor betina dan untuk suara yang di hasilkan burung perjantan jauh lebih keras dan bervariasi di banding dengan burung betina.

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Jantan

cara merawat burung murai batu

Murai Batu Betina

Soal Pakan

 

Dalam  memelihara burung murai batu, hal utama yang perlu di perhatikan adalah pakan, karena pakan adalah menu yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrad, juga lengkap vitaminya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCI, Folic, Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D.

Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral di butuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembulu darah jantung dan lain-lain.

Seperti vitamin, mineral juga berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Yang termasuk mineral yang di perlukan burung murai batu adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganese, Lodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

 

Info seputar murai batu mabung, bisa Anda baca Artikelnya seperti dibawah ini:

 

 Makanan Yang Sesuai Untuk Murai Batu

 

  • Voer: sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%). Belum tentu voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung murai batu. Voer harus selalu tersedia di dalam cepuknya. Selalu ganti dengan voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding): pakan tambahan yang sangat baik buat burung murai batu antara lain yaitu: jangkrik, orong-orong, kroto, belalang hijau, cacing DLL. Pemberian EF harus selalu di sesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausalnya. Oleh karena itu anda harus membiarkan burung beradaptasi terlebih dahulu dengan cara memberi makanan EF tersebut. Untuk pengetahuan lebih lengkap lagi tentang pakan alami murai batu simak dibawah ini.

 

1. Jangkrik

  • Jangkrik mengandung kadar protein yang banyak dibilang cukup tinggi, maka sangat baik jika diberikan secara rutin dan teratur. Pemberian pakan murai batu berupa jangkrik secara teratur, dipercaya bisa meningkatkan birahi burung. Dan jika burung sudah birahi, maka tidak menutup kemungkinan kalau nantinya bisa merangsang burung untuk lekas buka paruh. Namun sebelum disajikan kepada si murai, ada baiknya jika lebih memperhatikan bagian-bagian jangkrik yang dianjurkan untuk disisihkan atau dipotong terlebih dahulu. Adapun bagian tubuh jangkrik yang sulit untuk dicerna dan berkemungkinan besar bisa melukai tenggorokan burung, sehingga sebaiknya dibuang lebih dulu sebelum diberikan, antara lain bagian kaki, bulu atau sayap, dan kepala jangkrik.

 

2. Belalang

  • Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis belalang belum tentu baik untuk diberikan, sebab beberapa jenis belalang tertentu ada yang beracun dan sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh burung. Adapun jenis belalang yang bisa disajikan pada murai batu dan yang bisa dibilang bahwa tidak memicu dampak buruk bagi tubuhnya yakni belalang hijau atau yang bisa ditemukan pada dedaunan padi maupun rerumputan hijau lainnya.Terlepas dari itu, fungsi dari pemberian belalang sebenarnya hampir sama halnya dengan jangkrik. Dimana keduanya, memang sama-sama memiliki kandungan protein tinggi yang amat diperlukan untuk tumbuh kembang burung. Disisi lain, bagian tubuh belalang yang harus dibuang terlebih dahulu sebelum diberikan pada murai batu, juga sama halnya dengan belalang yaitu bagian kaki, bulu atau sayap, dan kepalanya.

 

3. Orong-orong

  • Tidak jauh beda dengan jangkrik dan belalang, jenis makanan murai batu cepat gacor berupa orong-orong ini juga memiliki kadar protein tinggi yang mana sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan burung. Bagian tubuh yang harus dibuang terlebih dahulu sebelum diberikan pada burung pun juga sama dengan belalang dan jangrik, misalkan bagian kepala, kaki, dan bulu atau sayapnya.Disamping itu, pada bagian kepala orong-orong terdapat gigi yang cukup tajam dan melebihi ketajaman gigi belalang begitu juga jangkrik. Apabila kepala sampai ikut terkonsumsi oleh burung, maka kemungkinan besarnya bisa memunculkan dampak yang cenderung kurang baik bagi tubuh burung. Salah satu anggota tubuh yang diserang, atau lebih tepatnya digigit oleh bagian kepala orong-orong yang mana ikut terkonsumsi, yaitu pada bagian tenggorokan burung.

 

4. Kroto

  • Jenis pakan murai batu berupa kroto banyak dipercaya oleh para kicau mania bahwa mampu meningkatkan serta menjaga suhu panas tubuh burung. Mengingat hal itu, maka ada baiknya jika kroto bisa diberikan secara teratur. Namun karena kroto diyakini bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung, ada baiknya jika tidak diberikan dengan berlebihan.Dampak dari pemberian pakan kroto berporsi tinggi, banyak dipercaya bisa memicu terjadinya over birahi yang tertuju pada burung. Dan apabila murai batu menjadi over birahi dalam waktu yang berkepanjangan, maka tidak menutup kemungkinan kalau justru dapat membuatnya mabung tidak tepat pada waktunya. Jika burung berada dalam kondisi mabung, umumnya ia akan menjadi jarang untuk berkicau atau bahkan hingga berujung pada macet bunyi.

 

5. Ulat

  • Adapun beberapa jenis pakan murai batu yang berupa ulat, antara lain ulat hongkong, ulat bambu, ulat kayu, ulat daun pisang, ulat pohon, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk porsi pemberian ulat, sebaiknya disesuaikan dengan karakter daripada burung itu sendiri. Biasanya burung-burung tertentu ada yang cocok atau terbiasa dengan pemberian ulat berporsi tinggi, dan terkadang ada yang tidak ataupun belum terbiasa.Terlepas dari itu semua, khusus untuk ulat hongkong ada baiknya jika lebih berhati-hati dalam pemberiannya. Jika diberikan dengan jumlah yang terlalu berlebihan, banyak yang beranggapan bahwa bisa membuat mata burung menjadi bengkak atau bahkan bisa memicu terjadinya penyakit katarak. Selain itu, karena ulat hongkong memiliki gigi yang tajam dan supaya tenggorokan burung tidak tergigit, maka ada baiknya jika bagian kepala ulat dipotong terlebih dahulu sebelum diberikan.

 

6. Cacing

  • Selain merupakan santapan yang digemari oleh berbagai jenis burung punglor atau anis, ternyata cacing juga tergolong sebagai pakan murai batu. Untuk saat ini, cacing sudah banyak dijual di toko-toko burung sehingga lebih mudah dalam mendapatkannya.Sebelum diberikan, supaya cacing tersebut lebih steril, ada baiknya jika dibersihkan dengan cara direndam pada air bersih terlebih dahulu. Disamping itu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya pencernaan burung menjadi terganggu, maka sebaiknya jangan sediakan cacing yang kondisinya sudah membusuk.

 

Perawatan Dan Setelan Murai Batu Untuk Harian

 

Cara merawat burung murai batu untuk harian relatif sama dengan burung kicau jenis lainya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu harus rutin dan konsisten. Berikut ini adalah TIPS pola perawatan harian burung MURAI BATU

  • Jam 07:00 burung di angin-anginkan di teras. Jam 07:30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing buung).
  • Bersihkan kandang harian . Ganti atau tambahkan voer dan air minum.
  • Berikan jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08:00-11:00, sebaiknya burung tidak di perlihatkan burung sejenis.
  • Angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong jika akan di lakukan pemasteran. Jika tidak, pengerodongan tidak mutlak.
  • Siang hari sampai sore (jam 10:00-15:00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung master.
  • Jam 15:30 burung di angin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan jika perlu. Berikan jangkrik 2-4 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18:00 burung kembali di kerodong dan di perdengarkan suara master selama istirahat sampai pagi harinya.
  • Kroto segar di berikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu. Contok setiap senin pagi & kamis pagi.
  • Pemberian cacing di berikan 1 ekor 1x sminggu. Contoh setiap hari selasa pagi.
  • pengumbaran di kandang umbar dapat di lakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu..
  • Berikan multivitamin yang di campur pada air minum untuk menjaga kesehatan burung, 2-3 kali seminggu atau sesuai konisi burung.

 

Artikel tentang >> Cara Merawat Burung Murai Batu Untuk Lomba

 

Perawatan Murai Batu Kondisi Drop

 

  • Tingkatkan porsi pemberian jangkrikmenjadi 5 ekor pagidan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian kroto menjadi 3x dalam seminggu.
  • Berikan klabang 2 ekor seminggu sekali.
  • Mandi dibuat 2x sekali saja.
  • Burung disolasi, jangan diperlihatkan dan mendengar burung murai batu lain dahuiu.
  • Berikan Multivitamin

.

Artikel tentang >> Cara Merawat Murai Batu Macet Bunyi

 

Perawatan Murai Batu Over Birahi

 

Salah satu ciri-ciri murai batu yang terlalu birhi (Over Biahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk oranmen sangkar.

Dan berikut cara penangannya:

  • Pangkas porsi jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore.
  • Lakukan pengembunan jam 05:30-06:00.
  • Berikan cacing 2x seminggu.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit perhari saja.
  • Berikan multivitamin untuk menstabilkan fisik.

 

Artikel tentang >> Tips Perawatan Murai Batu Stres

 

Demikianlah tips cara merawat burung murai batu. Dan baca juga Artikel lainya. Semoga bermanfaat dan bisa membantu sobat kicaumania sekalian. Terima kasih telah membaca Semua Artikel-Artikel ini.

Salam Kicaumania.

Iklan

3 pemikiran pada “Cara Merawat Burung Murai Batu

  1. Ping balik: Perawatan Murai Batu Kalah Mental | Tips Perawatan Murai Batu

  2. Ping balik: Perawatan Murai Batu Jelang Kontes | Tips Perawatan Murai Batu

  3. Ping balik: Merawat Murai Batu Borneo | Tips Perawatan Murai Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s