Cara Merawat Burung Murai Batu Tangkapan Hutan

Cara merawat burung murai batu tangkapan hutan memang tidak mudah seperti merawat burung murai yang sudah mapan atau yang sudah lama di pelihara. Apabila kita tidak telaten dalam perawatan, burung murai batu tangkapan hutan tersebut bisa mati karena di samping burung itu yang masih liar dan juga belum mau makan voer.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Sebelum Anda memutuskan membeli burung murai batu tangkapan hutan. Sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu cara merawat murai batu bakalan tersebut, terutama bagi pemula yang kepincut ingin memelihara salah satu burung kicauan terbaik di dunia ini. Banyak keluhan dari pemula, meski telah berupaya memberikan perawatan yang diperlukan, faktanya banyak penggemar murai batu yang merasa kewalahan ketika menghadapi murai batu bakalan. Banyak di antaranya yang stres, mengalami kelumpuhan, dan bahkan mati.

Dan Langkah apa saja yang harus dilakoni dalam merawat murai batu tangkapan hutan / bakalan ? Pastikan murai batu bukan hasil pancingan, harus pula dipahami bahwa murai batu rentan stres dan metabolisme terganggu akibat proses penangkapan dari habitat asli dipindahkan ke dalam sangkar.

 

Baca dan Simak Artikel ini >> Perawatan Murai Batu Baru Beli

 

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Baca kembali Artikel penting ini >> Cara Merawat Burung Murai Batu

 

Tips Cara Merawat Murai Batu Bakalan

 

Langka awal dalam memulai perawatan murai batu bakalan adalah, berikan murai batu makanan yang paling digemari seperti kroto, ulat hongkong, ulat kandang, jangan langsung melatih murai batu muda hutan untuk makan voer pasalnya justru akan membuat murai batu enggan makan karena merasa ada benda asing dicepuk pakannya. Maka dari itu Anda bisa mencampurkan voer dengan kroto terlebih dahulu.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Baca Artikel ini >> Merawat Murai Batu Trotol

Pemberian kroto bisa juga ditaburkan didasar sangkar yang sebelumnya dasar sangkar dilapisi kertas koran untuk menjaga kebersihan, sedangkan pemberian ulat hongkong dan air minum tetap di dalam cepuk besar namun cukup diletakkan di dasar sangkar, hal ini untuk melatih murai batu tangkapan hutan makan di dalam sangkar. Tahap ini biasanya berlangsung dua hingga tiga minggu. Apabila murai batu dalam tiga minggu bertahan hidup serta sehat maka langkah selanjutnya baru bisa dijalankan

Hindari pemberian jangkrik secara utuh, karena untuk murai batu tangkapan hutan metabolisme dan sistem pencernaanya belum stabil atau lancar. Pemberian jangkrik secara utuh beresiko membuat murai batu bakalan ‘kelolotan’ dan kesulitan mencernak di dalam pencernaan. Akibat hal itu murai batu akan kesulitan membuang feses akibatnya murai batu akan sakit dan sekarat. Tetapai jika ingin memberikan jangkrik potong-potonglah jangkrik tersebut hingga menjadi beberapa bagian.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Jangan langsung menjinakan murai batu selama masa recovery. Lakukan upaya full kerodong dan gantangkan di tempat tenang serta jauh dari keramain maupun kegaduhan, lebih baik jika didekatkan sumber air yang mengalir. Full kerodong berfungsi untuk menenangkan murai batu di dalam sangkar dan tidak menabrak ruji sangkar. Perawatan full kerodong ini dilakukan selama 1-2 bulan, tergantung mental murai batu. Apabila murai batu muda hutan sudah mulai belajar bunyi atau rajin ngeriwik, kerodong dibuka secara bertahap, sambil pantau kondisi murai batu.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Baca juga ya Artikel ini >> Cara Merawat Murai Batu Trotolan Biar Gacor

Jangan di mandikan dulu murai batu tangkapan hutan tersebut, baik disemprot maupun dikramba mandi. Mengingat kondisi murai batu tangkapan hutan rentan sakit dan stress, untuk mandi berikan cepuk di dalam sangkar tanpa memaksa murai mau mandi. Jika kondisi murai batu fit, secara naluri akan mandi sendiri. Penjemuran cukup diangin-anginkan saja di tempat yang tenang.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Gantangkan murai batu di tempat yang aman dan nyaman. Anda juga dapat memasteri suara burung kicauan lainya tujuanya untuk meningkatan kualitas suara murai batu tangkapan hutan tersebut. Tetapi hal yang harus Anda ingat adalah jangan tergesa-gesa bahkan iseng untuk menggantangkan murai batu tangkapan hutan jika kondisinya belum benar-benar sehat serta mentalnya mapan.

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

 

Beberapa tahap cara merawat murai burung batu tangkapan hutan seperti diatas dapat Anda terapkan ketika baru membeli burung murai batu muda hutan atau yang sering di sebut burung murai batu bakalan.

Namun sebaiknya sebelum Anda membeli murai batu bahan Anda dapat menyimak tips-tips cara memilih murai batu bakalan dan langsung saja. Simak dibawah ini.

 

Baca dan Simak Artikel dahsyat ini >> Perawatan Murai Batu Bakalan Biar Cepat Bunyi

 

Tips Memilih Murai Batu Bakalan

 

cara merawat burung murai batu tangkapan hutan

Berikut adalah Tips bagi Anda yang ingin membeli bakalan murai batu. Diasumsikan murai batu bakalan adalah murai batu tangkapan hutan yang belum makan voer dan juga harganya relatif murah. Yang perlu Anda perhatikan dalam pemilihan ini yaitu adalah:

  • Mata-  Hindari pembelin murai batu yang pada matanya sudah kelihtan tanda katarak, yaitu slaput berwarna putih pada bola mata. Jika murai batu sudah katarak, resiko murai batu menjadi buta sangat tinggi.
  • Ekor-  Cari murai batu yang memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal. Ekor yang seperti ini selain enak di pandang, juga akan membuat murai batu memainkan ekornya saat di trek. Hindari juga membeli murai batu yang tidak punya ekor, karena kita tidak bakalan tahu bagaimana bentuk dan jenis ekor dari murai batu tersebut, jika ekornya sudah tumbuh.
  • Bulu Dada-  Kebanyakan murai batu memiliki bulu dada berwarna coklat. Tapi jika Anda mendapatkan murai batu dengan bulu dada cenderung berwrna kekuningan, maka itu rezeki Anda. Murai batu bakalan dengan warna dada seperti ini, biasanya cepet bunyi dan cepet juga cepet jadi.
  • Usia-  Jangan pernah menilai usia murai batu hanya berdasarkan pengamatan kaki, ini bisa menipu calon pembeli. Murai batu bakalan muda mempunyai tanda bulu yang masih berbintik cokelat di bagian sayap di sebelah luar maupun sayap  sebelah dalam.
  • Perilaku-  Jika murai batu bakalan yang pada saat kita pegang dia menjerit kencang dan berusaha mematuk jari tangan, inilah murai batu dengan mental berani.
  • Bentuk Paruh-  Sebaiknya plih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Bentuk Kepala-  Pilih yang berbentuk kotak, mata bulat, besar dan melotot. Menandakan burung ini mental tempur yang baik.
  • Postur Badan-  Pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan & ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap-  Mengepit rapat dan kaki mencrengkam kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah Dan Bernafsu Makan Besar-  Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Panjang Ekor Tang Serasi-  Dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.
  • Leher Panjang-  Pilihlah yang padat dan berisi. Menandakan burung ini akan mengelurkan power suara secara maksimal.

 

Demikianlah perawatan murai batu tangkapan hutan yang bisa saya bagikan berserta cara memeilih murai batu bakalan. Semoga bermanfaat.

 

Iklan

4 pemikiran pada “Cara Merawat Burung Murai Batu Tangkapan Hutan

  1. Ping balik: Perawatan Murai Batu Kalah Mental | Tips Perawatan Murai Batu

  2. Ping balik: Merawat Murai Batu Agar Cepat Jinak | Tips Perawatan Murai Batu

  3. Ping balik: Merawat Murai Batu Borneo | Tips Perawatan Murai Batu

  4. terimakasih sudah memberikan penjelasan tentang perawatan muray batu tapi saya mau tanya saya punya satu ekor burung muray batu baru mabung satu kali dari terotolan hutan jadi begitu habis mabung satu kali langsung saya turunkan kelapangan dalam rangka lapres dan dapat juara 1 dan sudah kurang lebih 15 kali juara selama 8 bulan sampai sekarang saya masih lombain tetapi sampai sekarang tetap masih giras saya mautanya bagaimana menurut anda.?

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s