Merawat Murai Batu Ekor Hitam

Merawat murai batu ekor hitam pada dasarnya tidak susah atau seribet seperti yang di ungkap oleh para kicaumania selaku yang memelihara murai batu ekor hitam ini dan tiadaklah jauh berbeda dengan cara merawat murai batu jenis lainya yang ada di Indonesia.

merawat murai batu ekor hitam

 

Baca Artikel tentang: Merawat Murai Batu Medan

 

 Meskipun demikian, sebagian para kicaumania berpendapat bahwa merawat murai batu ekor hitam itu tidak mudah seperti merawat murai batu ekor putih yang seperti pada umumnya. Dan beberapa mitos yang kerap di hembuskan mengenai murai batu ekor hitam ini antara lain:

 

  • Kualitas mentalnya kalah dari MB ekor putih.
  • Tidak mampu menghasilkan suara dengan volume keras.
  • Mudah lelah, terutama MB ekor hitam dengan ekor yang panjang.

 

Dan banyak juga para kicaumania berpendapat sebaliknya bahwa murai batu ekor hitam memiliki kelebihan antara lain:

 

  • Murai Batu Ekor hitam mempunyai spirit fighter/mental tempur yang sangat luar biasa, hal inilah yang membuat Murai batu ekor hitam mempunyai sifat agresif yang tinggi.
  • Murai Batu Ekor Hitam merupakan salah satu burung yang sangat mudah untuk beradaptasi, kemampuan adaptasi inilah yang membuat Murai Batu Ekor Hitam Muda Hutan atau tangkapan alam mudah dipelihara.
  • Murai Batu Ekor Hitam mempunyai karakter suara yang Keras, kasar dan melengking, hal inilah yang membuat suara Murai batu Ekor Hitam di arena Lomba bisa menembus suara Murai batu lainnya.
  • Murai Batu Ekor Hitam adalah burung yang sangat cerdas, dalam hal ini adalah mudah sekali untuk menirukan suara masteran burung lain. 
  • Murai Batu Ekor Hitam Harganya Relatif terjangkau.

 

Hal itu di dasari dengan adanya murai batu ekor hitam yang sering menjadi Jawara di arean kontes, antara lain yaitu Murai Batu Natalia, milik Mr. Gunawan dari Solo, Murai Batu Monster, milik Om Erick dari Cilacap dan Murai Batu Gudang Peluru, milik Om Yopie dari Purbalinga. Ketiganya adalah murai batu jenis ekor hitam yang mampu/sering menjadi jawara di berbagai gelaran lomba burung bergensi.

Dengan demikian, banyak para penghobi burung yang meminati murai batu ekor hitam ini dan tak sedikit pula yang ingin memeliki/memelihara murai batu jenis ini.

merawat murai batu ekor hitam

Akan tetapi yang harus Anda perhatikan untuk mencapai bagaimana supaya murai batu ekor hitam yang Anda pelihara benar-benar memiliki kualitas seperti yang sudah saya ungkap di atas adalah soal bagaimana cara Anda memberi perawatan yang tepat kepada burung yang Anda pelihara.

Khusus murai batu ekor hitam cara perawatanya pun tidaklah berbeda dengan cara perawatan murai batu pada umumnya. Cara merawat murai batu ekor hitam memang kurang lebih sama dengan perawatan burung murai jenis lainya, tergantung bagaimana Anda dalam memberikan kebiasaan dalam pola perawatan sehari-hari secara tepat pastinya. Bagi yang memang belum mengetahui atau belum paham mengenai perawatan murai batu. Jangan khawatir karena di ARTIKEL saya yang lain sudah saya tulis dengan lengkap. Untuk itu, BACA KEMBALI ARTIKELNYA >> Cara Merawat Burung Murai Batu

 

merawat murai batu ekor hitam

 

Setelah Anda para kicaumania sudah mengetahui cara perawatanya, hal yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana cara mengetahui jenis-jenis murai batu ekor hitam ini. Simak berikut ini.

Burung murai batu ekor hitam ini mempunyai nama latin Black Thailed Shama. Memang, khusus untuk Murai Batu ekor hitam itu sebagian besar jenisnya berada di kepulauan Sumatera. Namun untuk jenisnya sendiri ada lumayan banyak, jadi Murai Batu ekor hitam itu tidak hanya Murai Batu Nias atau Murai Batu Aceh seperti yang diketahui banyak penghobi. Dan tempat penyebarannya juga tidak hanya di pulau Nias dan Aceh saja, tetapi ada juga di lampung dan pulau Mentawai, Sumatera Barat.

Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai jenis-jenis Murai Batu ekor hitam itu, maka di bawah ini akan dijelaskan masing-masing jenisnya.

 

Simak juga Artikel terkait: Merawat Murai Batu Lampung Super

 

Jenis-Jenis Murai Batu Ekor Hitam

1. Murai Batu Nias

merawat murai batu ekor hitam

Jenis ini hanya terdapat di pulau Nias, Sumatera Utara. Di Nias, Murai Batu ini disebut Totohua, dikenal sebagai buruk yang cerdik karena dengan cepat mampu menirukan kicauan burung lainnya. Ciri khas suara kicauan Murai Batu Nias bervolume keras dan melengking, juga suka mengeluarkan suara tembakan-tembakan yang tak terduga.

Dengan ukuran panjang ekor mencapai 20-25 cm, biasanya terdiri atas enam pasang bulu ekor, yang kesemuanya berwarna hitam polos. Warna pada ekor tersebutlah yang membedakan Murai Batu Nias dengan Murai Batu Medan.

 

2. Murai Batu Sinabang/Simelu

merawat murai batu ekor hitam

Sesuai dengan namanya adapun habitat dari Murai Batu ekor hitam jenis ini berada di Pulau Simeulu, tepatnya di daerah Sinabang, provinsi Aceh. Murai Batu jenis ini relatif memiliki postur tubuh yang mungil, panjang ekornya hanya berukuran 10-13 cm saja.

 

3. Murai Batu Lasia

merawat murai batu ekor hitam

Ini merupakan jenis Murai Batu ekor hitam yang masih tetanggaan dengan Murai Batu Simeulu, karena berada di Pulau Lasia, tidak jauh dari Pulau Simeulu tepatnya di bagian tenggara. Mungkin karena masih satu wilayah (Aceh) itu, secara fisik postur yang dimiliki Murai Batu Lasia tidak berbeda jauh dengan Murai Batu Simeulu.

Perbedaan yang paling mencolok ada pada ukuran tubuhnya, di mana Murai Batu Lasia berpostur lebih besar ketimbang Murai Batu Simeulu. Dan juga, di bagian ekor Murai Batu Lasia ada noktah putih tepat di bagian bawah tengah ekornya, tetapi keseluruhan warna ekor masih didominasi oleh warna hitam yang pekat. Untuk ukuran panjang ekornya juga lebih panjang dari Murai Batu Simeulu yaitu 14-16 cm.

 

4. Murai Batu Pagai/Mentawai

merawat murai batu ekor hitam

Bila Murai Batu Lasia memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Murai Batu Simeulu, maka jenis Murai Batu Mentawai ini mempunyai kemiripan dengan Murai Batu Nias. Bahkan saking miripnya, hampir tidak bisa diketahui secara spesifik perbedaan kedua jenis ini. Sampai-sampai, ada anggapan Murai Mentawai adalah Murai Batu Nias yang dibawa ke kepulauan Mentawai, atau juga sebaliknya.

Hanya bila disejajarkan dengan Murai Batu Nias, ukuran tubuhnya agak sedikit lebih kecil. Bila Murai Batu Nias berukuran tubuh L, maka ukuran tubuh Murai Batu Mentawai adalah M, sedang ukuran S untuk Murai Batu Simeulu. Sekilas melihat pada panjang ekornya sendiri kita bisa membedakannya, Murai Batu Mentawai memiliki ekor berukuran 13-15 cm, namun itu juga tidak bisa dijadikan patokan yang pasti karena beberapa Murai Batu Mentawai ada juga ditemui berukuran ekor panjang 20-25 cm seperti Murai Batu Nias. Murai Batu ini banyak ditemui di Pulau Pagai. Pulau Pagai adalah salah satu dari empat gugusan dari kepulauan Mentawai. Maka sebagian ada yang menyebutnya Murai Batu Pagai atau juga Murai Batu Mentawai.

 

5. Murai Batu Lampuyang

merawat murai batu ekor hitam

Lampuyang adalah nama daerah di Pulau Breueh, Aceh. Murai Batu yang hidup di daerah ini diberi nama Murai Batu Lampuyang dan merupakan jenis Murai Batu ekor hitam. Nah, untuk Murai Batu Lampuyang kita tidak terlalu sulit membedakannya. Tinggal melihat corak balak warna ekor pada bagian bawahnya saja.

Murai Batu ini memiliki 6 pasang ekor yang cukup panjang yaitu 18-22 cm. Dari 6 bulu ekor tersebut terdiri dari 3 ekor pada bagian ujung belakang berwarna hitam, dan 3 ekornya lagi berwarna putih di dekat pangkal kloaka. Semua jenis Murai Batu Lampuyang pasti memiliki ciri-ciri itu.

Ukuran bentuk badan Murai Batu ini tergolong sedang, dengan ekor yang tebal dan kaku. Kondisi itu diiringi dengan kemampuan Murai Batu Lampuyang yang berciri karakter kicauan bervolume keras yang menekan, dengan gaya bertarung yang cenderung agresif. Tidak jarang dengan ciri bertarung serta kemampuan yang dimilikinya itu dapat membuat lawan menjadi drop atau nge-betmen ketika di lapangan.

 

6. Murai Batu Sabang

merawat murai batu ekor hitam

Dari semua jenis Murai Batu ekor hitam yang ada, jenis Murai Batu Sabang yang paling langka ditemui untuk saat ini. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) juga telah melarang perdagangan Murai Batu Sabang di luar dari wilayah NAD untuk menjaga populasinya agar tidak punah.

Dikenal dengan nama Murai Batu Sabang, Murai Batu ini berkembang biak di Pulau Weh. Pulau Weh berlokasi di Laut Andaman pulau paling barat dari wilayah Aceh. Di mana berhadapan langsung dengan negara Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Murai Batu jenis ini cenderung mempunyai kesamaan dengan Murai Batu Lampuyang, dengan adanya corak balak pada ekor yang bisa ditemui setiap jenisnya. Hanya saja, variasi corak hitam putih pada ekor Murai Batu Sabang lebih bervariasi. Ada yang tiga helai hitam dan tiga helai putih pada ekornya, ada juga yang bercorak balak dengan empat helai hitam dan dua helai bulu berwarna putih. Dengan pola ekor yang begitu disertai dengan ukuran ekornya yang panjang menjuntai (20-25 cm), Murai Batu Sabang jadi terlihat penuh karismatik.

merawat murai batu ekor

Demikianlah yang bisa saya bagian mengenai murai batu ekor hitam. Semoga bermanfaat.

Iklan

Satu pemikiran pada “Merawat Murai Batu Ekor Hitam

  1. Ping balik: Merawat Murai Batu Borneo | Tips Perawatan Murai Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s