Merawat Murai Batu Trotol

728-x-90-copy

 

Memelihara murai batu trotolan memang menjadi kesenangan tersendiri bagi yang memeliharanya. Banyak para kicaumania yang lebih memilih memelihara murai batu dari anakan / trotolan, disamping harganya yang lebih terjangkau ketimbang harga murai batu yang sudah dewasa.

Selain itu, memelihara muri batu trotolan juga memiliki tingkat kepuasan tersendiri, mengingat jika memelihara burung yang dari anakan kemungkinan besar lebih gampang untuk menjadikan burung tersebut memiliki kualitas yang istimewa ketika burung akan tumbuh lebih dewasa nantinya.

merawat murai batu trotol

 

Simak Artikel ini >> Cara Merawat Murai Batu Trotolan Biar Gacor

 

Dan alasan lain, mengapa murai batu trotolan lebih dipilih untuk dipelihara oleh para murai batu mania ? Sepeti yang telah di ketahui bersama, bahwa biasanya memelihara burung yang dari anakan akan lebih gampang di masteri dengan suara burung kicau lainya seperti yang Anda inginkan, karena burung yang masih muda akan mudah menyimpan seluruh file suara isian yang Anda berikan tersebut kedalam play list yang ada di memorinya. Dengan begitu untuk memungikan burung mempunyai kualitas top ketika sudah dewasa nanti tidaklah mustahil, seiring dengan perawatan terbaik yang selalu Anda berikan.

Meskipun demikian, tak sedikit pula para murai batu mania yang belum mengerti dan masih bertanya-tanya soal perawatan murai batu trotolan yang tepat, agar ketika sudah dewasa nanti mempunyai kualitas terbaiknya seperti yang Anda inginkan.

Untuk itu pada Artikel kali ini kita akan bahas mengenai perawatan murai batu sejak trotolan hingga masa mabung pertamanya, sehingga kelak tumbuh menjadi burung yang sehat, atraktif, bermental baik, serta memiliki banyak isian.

merawat murai batu trotol

Pada umumnya atau biasanya, para penangkar murai batu mulai menjual ketika murai batu trotolan tersebut sudah berumur minimal 1 bulanan. Karena saat itulah murai trotolan sudah mampu makan sendiri. Jadi, dalam Artikel ini kita akan memulai membahas perawatan murai batu trotolan dari umur 1-2 bulan. Dan simak dibawah ini:

 

Baca juga Artikel ini >> Cara Merawat Burung Murai Batu Tangkapan Hutan

 

Merawat Murai Batu Trotol Umur 1-2 Bulan

 

merawat murai batu trotol

Pada murai batu trotolan sudah berumur 1-2 bulan biasanya sudah mampu makan sendiri tanpa bantuan perawat atau sang pemiliknya. Jadi untuk itu, burung totolan tersebut sudah bisa di beri pakan kering berupa voer, meski sebelumnya harus dilatih atau dibisakan terlebih dahulu. Dan yang terpenting pilhlah voer dengan kandungan nutrisi lengkap.

Apabila butiran voer terlalu besar/kasar, Anda bisa menghaluskan terlebih dahulu dengan mencampurkan dengan sedikit air hangat, sehingga bentuknya menjadi voer basah. Alasanya pakan bentuk seperti inilah yang lebih mudah dicernak oleh trotolan murai batu yang umurnya masih kurang dari dua bulan.

336-x-280-copy

Akan tetapi perlu di ingat juga, bahwa voer basah jika tidak sesegera di habiskan akan mudah di tumbuhi jamur dan akan cepat basi. Maka dari itu, buatlah porsi secukupnya saja yang sekiranya bisa habis dalam waktu 30-60 menit.

Selain voer Anda juga wajib memberikan pakan berupa kroto, ulet hongkong dan jangkrik. Kroto bisa di berikan setiap pagi, sebanyak cepuk pakan ukuran kecil atau separoh cepuk pakan ukuran besar. Untuk ulat hongkong bisa diberikan secukupnya saja, dan diletakkan dalam cepuk terpisah dari kroto. Sedangkan untuk jangkrik, pilihlah yang berukuran kecil, porsinya sekitar 3 ekor saja. Itupun harus dibuang dulu bagian kepala dan kakinya, sehingga bagian yang termakan murai batu trotolan hanya perut dan dadanya saja.

Secara berkala, periksa ketersediaan pakan dalam cepuknya. Pada sore hari, misalnya, jika cepuk kroto sudah kosong melompong, segera berikan kroto baru yang masih segar. Jangan pernah sekali-sekali memberi kroto yang sudah basi kepada trotolan, karena akan berakibat mencret dan akhirnya mati.

Untuk murai batu anakan yang masih belum terbiasa makan voer, Anda bisa melatihnya dengan mencampurkan sedikit kroto ke dalam wadah pakan yang berisi voer, dan sebelumnya sudah dibasahi dengan sedikit air.

 

Simak juga Artikel tentang >> Perawatan Murai Batu Bakalan Biar Cepat Bunyi

 

Merawat Murai Batu Trotol Umur 2-4 Bulan

 

merawat murai batu trotol

Setelah murai batu trotolan tersebut sudah menginjak umur 2 bulan, pada saat inilah Anda dapat melatihnya mandi dalam karamba mandi. Tujuan utamanya untuk merangsang burung mau mandi di karamba, selain itu Anda juga bisa menyemprot tubuhnya secara halus dengan sprayer.

Selanjutnya, murai batu trotolan bisa di ajari untuk berjemur di bawah sinar matahari. Namun, pada tahap awal, durasi penjemuran secukupnya saja, dan harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, pada minggu pertama cukup 15 menit, kemudian pada minggu berikutnya ditingkatkan menjadi 20 menit, dan seterusnya.

Pada umur ini, Anda sebaiknya tidak terlalu terburu-buru dalam memberikan setelan pakan, karena hal ini malah membuat burung menjadi stres. Lanjutkan saja menu pakan yang diberikan pada umur 1-2 bulan, hanya saja voer tidak lagi dalam kondisi basah, melainkan dalam bentuk aslinya, yaitu voer kering.

Dan perlu Anda ingat juga, ketika murai batu trotolan sudah menginjak umur 3 bulan, porsi pemberian ulat hongkong perlu Anda kurangi. Pengurangan ini dilakukan secara bertahap. Sebaliknya, porsi pemberian jangkrik justru perlu ditingkatkan. Anda juga bisa menambahkan ulat kandang secara berkala, misalnya dua kali seminggu.

 

Baca juga Artikel tentang >> Perawatan Murai Batu Baru Beli

 

Merawat Murai Batu Trotol Umur 4 Bulan

 

merawat murai batu trotol

Pada umur 4 Bulan murai batu trotolan biasanya akan mulai memasuki mabung yang pertama kalinya. Ketika proses mabung, bulu-bulu trotolnya akan berganti menjadi bulu dewasa. Setelah murai batu trotolan tersebut sudah menyelesaikan masa mabung yang pertamanya, maka burung sudah tidak lagi disebut dengan murai batu trotolan, melainkan murai batu muda.

Nah, untuk masalah perawatan mabung pada murai batu trotolan sebenarnya tidak berbeda dengan perawatan murai batu yang sudah dewasa, seperti yang sudah saya jelasakan di Aerikel saya yang lainya. Untuk itu mengenai seputar perawatan murai batu mabung bisa Anda baca lagi Artikelnya dibawah ini:

 

Setelah proses masa mabungnya selesai, dan bulu-bulu ekornya sudah lengkap (sekitar umur 6-7 bulan), Anda sudah bisa melakukan perawatan harian, sambil melakukan setelan yang paling tepat secara bertahap. Untuk itu bisa Anda baca kembali Artikelnya mengenai >> Cara Merawat Burung Murai Batu

 

Dan Pada usia ini pula, murai batu sedang mencapai top form, yang ditandai dengan bulu-bulunya yang mulus dan bersinar, serta makin kencang saat berkicau. Pada umur sudah mencapai 8 bulan Anda bisa melatih muri batu di arena latberan atau lomba lokal, tujuanya untuk menguji sekaligus melatih mentalnya.

merawat murai batu trotol

 

Itulah beberapa tips-tips penting seputar perawatan murai batu sejak trotolan hingga hingga sampai mabung pertamanya. Bagian paling penting dalam merawat trotolan adalah selalu menyediakan pakan bergizi tinggi termasuk kroto, serta pemberian multivitamin dan multimineral untuk mendukung pertumbuhan fisiknya, serta membuatnya cepat bunyi dan rajin bunyi.

Semoga bermanfaat.

Iklan

Satu pemikiran pada “Merawat Murai Batu Trotol

  1. Ping balik: Perawatan Murai Batu Kalah Mental | Tips Perawatan Murai Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s