Cara Merawat Murai Batu Macet Bunyi

Merawat murai batu yang macet bunyi memang menjadi permasalahan tersendiri bagi para kicaumania, karena apabila murai batu yang Anda pelihara sebelumnya gacor dan sudah dengan setelan yang pas untuk burung tersebut dan tiba-tiba burung mengalami macet bunyi alias berhenti berkicau. Kondisi ini cukup mengesalkan memang.

cara merawat murai batu macet bunyi

 

Bagi Anda sobat kicaumaia yang masih belum paham mengenai perawatan Murai Batu, Anda bisa  langsung baca Artikel-Artikelnya seperti dibawah ini:

 

Lanjut!!!

Masalah tersebut sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis burung, termasuk burung murai batu yang akan kita bahas di Artikel ini. Macet berkicau sebenarnya adalah sebuah masalah yang sangat umum terjadi pada setiap burung yang dipelihara oleh para kicaumania. Tetapi masih banyak yang cenderung membiarkan kondisi ini  tanpa ada penanganan khusus yang di berikan pada burung yang macet bunyi tersebut.

Mungkin karena belum banyak yang mengetahui cara menangani burung yang sedang macet bunyi sehingga para kicaumania sekalinan tidak terlalu ambil pusing terkait dengan hal ini. Dan hanya berharap burung akan pulih seperti semula dengan sendirinya. Padahal apabila cuma di biarkan saja tanpa ada sentuhan khusus, mungkin permasalahan ini akan malah semakin berkepanjangan dan semakin membuat burung akan tambah lama dalam mengalami berhenti berkicaunya ini.

Nah, untuk itu yang wajib Anda ketahui soal penyebab murai batu yang sebelumnya gacor atau rajin berkicau, tiba-tiba memdadak burung lebih sering membisu bahkan tidak mau bunyi sama sekali dan beberapa penyebabnya yang harus Anda ketahui antara lain sebagai berikut:

  • Burung akan memasuki masa mabung.
  • Burung dalam kondisi kurang sehat atau terkena infeksi pada tenggorokannya, baik karena penyakit atau memakan serangga.
  • Burung terinfeksi kutu atau tungau.
  • Burung mengalami stres karena beberapa faktor, seperti kalah mental, sangkar terjatuh, pernah lepas, dan lain-lain.

 

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu mengetahui apa penyebabnya. Karena hanya dengan mengenali penyebab itulah, kita bisa memberikan perawatan yang tepat. Langsung saja simak dibawah ini:

 

Simak juga dibawah ini, Artikel penting lainya:

Penyebab Murai Batu Macet Bunyi Berserta Perawatanya

 

1. Macet bunyi menjelang masa mabung.

cara merawat murai batu macet bunyi

Pada dasarnya jika burung akan memasuki masa mabung, burung akan mengalami penurunan suaranya dan akan males untuk berkicau. Terkait dengan hal ini tandanya sudah sangat jelas, yaitu burung mengalami rontok pada bulunya dan terutama pada bulu halus serta pada bagian bulu ekor yang berjatuhan. Jika kondisinya seperti itu, burung yang macet bunyi akibat mabung yang harus Anda lakukan yaitu dengan memberikan perawatan khusus mabung.

 

2. Macet bunyi akibat gangguan pernafasan.

cara merawat murai batu macet bunyi

Apabila macet bunyi terjadi akibat gangguan pernafasan, termasukinfeksi tungau pada kantung udara (air sac mites), maka yang harus dilakukan mau tidak mau Anda harus mengobatinya.

 

3. Macet bunyi akibat infeksi kutu / tungau.

kutu-di-bulu-murai-batu

Jika macet bunyi terjadi akibat infeksi atau serangan kutu dan tungau, murai batu biasanya akan lebih banyak diam, serta lebih asyik mematuki atau bahkan mencabuti bulu-bulunya sendiri.

Murai batu yang terserang kutu / tungau bisa terlihat dari adanya bulu-bulu sayap yang nyerit atau rusak. Pengobatan yang tepat harus diberikan, misalnya dengan menyemprot atau memandikan burung dengan obat khusus yang bisa Anda cari sendiri di toko-toko khusus penjual obat-obatan untuk burung. Hal yang harus Anda lakukan yaitu dengan menyemprotkanya obat tersebut ke sangkar dan tenggeranya, tetapi yang harus di perhatikan cari obat yang aman bagi burung dan manusia, tetapi sangat efektif efektif membasmi kutu, tungau, bakteri, spora jamur, dan parasit lainnya.

 

4. Macet bunyi akibat stres.

cara merawat murai batu macet bunyi

Nah, bagian keempat inilah yang akan kita jelaskan agak panjang. Stres pada burung bisa disebabkan oleh poin 1-3 di atas. Namun yang paling sering dijumpai adalah murai batu mengalami stres akibat kalah mental, baik ketika ditrek, dilombakan, atau mendengar suara burung sejenis di rumah dalam waktu lama.

Selain itu, sangkar yang terjatuh juga bisa membuat murai batu kaget dan drop mental. Demikian pula burung yang pernah terlepas dari sangkarnya, kemudian tertangkap kembali, seringkali tidak bisa kembali ke performa terbaiknya.

Dan akan saya jelaskan lagi terkait dengan ini. Ada beberapa penanganan khusus yang bisa Anda diterapkan di sini, yaitu:

 

Memberikan ketenangan pada burung

Dalam hal ini, murai batu yang stres harus dipisahkan dari burung sejenis dan / atau burung jenis lain yang memiliki suara kicauan cukup ramai dan keras.

Burung bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih tenang. Jika lokasi tidak memungkinkan untuk memindahkan burung ke lokasi lain yang lebih tenang, Anda bisa memberikan full kerodong pada burung tersebut selama beberapa hari.

 

Memberikan pakan full EF selama terapi

Selama masa penenangan, burung sebaiknya diberi pakan full EF (extra fooding) seperti kroto dan jangkrik. Untuk voer, sebaiknya pilihlah yang mengandung zat antistress dan banyak mengandung nutrisi.

Dalam perawatan hariannya, kroto bisa diberikan setiap pagi sebanyak satu cepuk, dan sore hari sebanyak satu sendok teh. Adapun jangkrik bisa diberikan minimal 3-5 ekor, masing-masing pada pagi dan sore hari.

 

Kurangi mandi dan penjemuran selama terapi

Selama terapi atau masa penenangan, murai batu sebaiknya tidak dimandikan atau dijemur terlalu sering, cukup beberapa hari sekali, dengan porsi penjemuran yang tidak terlalu lama. Sebagian penggemar murai batu bahkan tidak memberikan mandi dan jemur pada burung yang sedang menjalani terapi stres.

Untuk lebih detailnya lagi, seperti dibawah ini dan bisa langsung Anda praktekan Dan untuk lebih jelasnya lagi persoalan Murai Batu Stres bisa Anda baca >> DISINI

 

  • Berikan pakan full EF, misalnya kroto dan jangkrik.
  • Berikan kroto setiap pagi sebanyak 1 cepuk. Dan ssore harinya sebanyak 1 sdt.
  • Untuk voer, pilihlah voer yang mengandung banyak nutrisi dan mengandung zat anti stress.
  • Berikan jangkrik sebanyak 3-5 ekor setiap pagi. Dan 3-5 ekor lagi di sore hari.
  • Untuk aktivitas mandi dan jemur bisa anda kurangi atau bahkan ditiadakan sementara.
  • Pindahkan murai batu ke ruangan sendiri yang sepi dan nyaman.
  • Atau jauhkan murai batu dari suara-suara kicauan burung yang keras.
  • Atau dengan di full kerodong.
  • Berikan multivitamin setiap 2 kali seminggu. Lebih khusus lagi, berikan multivitamin yang memperlancar metabolismenya agar meningkatkan hormon testosteron murai batu.
  • Murai batu diperdengarkan audio brainwave untuk menghilangkan stress dan memberi efek menenangkan.

 

 Baca kembali Artikel dibawah ini:

 

Demikianlah informasi seputar murai batu yang macet bunyi berserta tips solusi penangananya. Semoga membantu dan bermanfaat. Terima kasih telah membaca Artikel-Artikel saya yang lain.

Salam sukses.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s